Pages

Kamis, 12 Januari 2012

My First Blog ^.^


Sudah sekian lama saya mengenal yang namanya dunia maya, eits bukan Luna Maya lhoo...
Tapi meski demikian, baru kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang sebuah blog, itupun karena termotivasi ikutan lomba blog. Blog merupakan fasilitas yang bisa dipakai untuk menulis berbagai hal yang ingin kita sampaikan kepada orang  banyak. Dengan blog kita bisa mengungkapkan ide, gagasan bahkan curhat sekalipun. Blog akan membuat kita terpacu untuk belajar mengungkapkan pikiran dengan tulisan.
          Beberapa saat yang lalu saya sedang berjalan di salah satu lobi di universitas dan tanpa sengaja menengok ke salah satu mading yang memiliki sebuah tempelan yang menarik. Sebuah pengumuman tentang lomba blog yang menyediakan hadiah yang lumayan fantastis untuk seorang anak kost seperti saya yang sedang menabung untuk membeli sebuah sepeda. Dengan penuh harapan dan semangat malamnya saya berangkat ke salah satu warnet terdekat untuk mencoba mendaftar online lomba tersebut. Malam itu adalah malam terakhir pendaftaran maka saya harus menyelesaikan pendaftaran malam itu juga.
          Mungkin tanpa lomba blog ini saya sekarang akan lebih sibuk dengan game-game yang menggoda di laptop atau terlena dengan komik-komik yang sebenarnya tidak memberikan keuntungan apa-apa. Blog contest yang diadakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini menjadi bom pemicu yang menuntut saya untuk menulis dan berkarya. Tanpa blog contest ini mata saya tidak akan terbuka ternyata menulis itu sangat penting. Menulis juga berarti kita berbicara. Menyampaikan gagasan atau pikiran yang ada didalam angan kita. Bahkan saaat ini saya juga sedang berbicara dengan anda yang sedang membaca blog ini. Meski kita tidak bertatap muka tapi secara tidak langsung saya sedang berbicara kepada anda.
          Perlombaan semacam ini memang perlu di tingkatkan karena lomba blog membuktikan bahwa menulis itu tidak hanya di atas kertas atau pada saat mengetik sms tapi juga menulis untuk di baca oleh jutaan orang di seluruh dunia meski lewat dunia maya. Blog juga tidak akan membuat waktu kita habis sia-sia, dibanding jalan-jalan atau nongkrong yang tidak menghasilkan apa-apa mending ngeblog aja.
Menulis blog tidak seperti menulis karya tulis atau penelitian. Menulis blog tidak hanya seru, tapi ternyata sangat mengasyikkan. Terima kasih kepada immfpumy.blogspot.com yang telah memberikan saya kesempatan untuk ikut berpartisipasi. Kontes ini menjadi pengalaman sekaligus merupakan guru terbaik bagi saya.
Blog pertama yang sungguh berkesan, selain memacu saya untuk belajar menulis juga membuat mata saya terbuka lebar bahwa dunia blog sangat indah, asyik dan edukatif. Blog pertama ini akan menjadi guru yang pertama dalam karyaku. Aku sampaikan terimakasihku pada IMM FP UMY  atas kesempatan yang diberikan padaku. Blog kontes yang sangat membantu, meski tidak terlalu lucu tapi akan aku ingat selalu. Aku tunggu blog contest selanjutnya!!

Rabu, 11 Januari 2012

Trend yang Hedonis Dikalangan Mahasiswa


Mahasiswa merupakan generasi muda yang akan melanjutkan perjuangan suatu bangsa nantinya, merekalah yang akan menjadi tonggak perjuangan  dengan segala peran meraka. Mahasiswa juga dikenal sebagai agen pembawa perubahan di dalam kehidupan berbangsa dan negara. Keadaan suatu bangsa juga sangat dipengaruhi oleh keadaan generasi mudanya. Namun bagaimana jadinya jika para mahasiswa sebagai  generasi penerus semakin jauh dari tanggungjawab dan peran  mereka untuk bangsa.
         Saat ini gaya hidup mahasiswa cukup memprihatinkan. Ketika ada sebuah festival musik atau pameran aksesoris para mahasiswa berbondong-bondong hadir meski harus berdesak-desakan dan mengorbankan jam belajar mereka. Namun ketika diadakan kuliah umum atau seminar pendidikan sangat sedikit sekali yang berminat untuk datang. Padahal itu sangat penting buat mereka untuk menambah wawasan mereka agar semaikin sadar akan persaingan global saat ini. Bahkan mereka akan dekenal sebagai anak “cupu” dan tidak keren jika lebih menyukai ilmu pengetahuan dibandingkan nongkrong atau ngemall.
        Berbagai gaya hidup mahasiswa yang sangat dekat saat ini adalah ngemall, nongkrong di cafee, berburu berbagai aksesoris terbaru bahkan dugem sekalipun. Kita akan lebih banyak menmukan mahasiswa saat ini di mall, cafee-cafee atau tempat dugem dibandingkan dengan perpustakaan atau laboratorium. Mereka akan merasa bangga dan keren ketika mereka jarang ke perpustakaan atau update dengan aksesoris-aksesoris terbaru. Mereka juga lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk hal-hal yang tidak penting daripada memperdalam ilmu pengetahuan mereka.
       Ketika di kampus saja sebagian besar dari mahasiswa akan lebih banyak membicarakan trend fashion dan aksesoris terbaru daripada berdiskusi hal-hal yang ilmiah. Sungguh ironis memang saat ini mahasiswa semakin jauh dari harapan para pejuang terdahulu dan semakin dekat dengan kehidupan yang hedonis. Entah bagaimana nasib bangsa ini nantinya jika  generasi muda semakin digerogoti dengan kehedonisan. Generasi muda harus mulai membuka mata, jika negara-negara tetangga sudah melangkah jauh maka kita tidak boleh berdiam diri. Mahasiswa harus mengubah pandangan dan gaya hidup mereka agar tahu trend yang asyik namun lebih edukatif .Garuda menanti kepakan sayap kalian karena garuda tidak hanya di dada tapi juga harus terbang berkiprah di seluruh dunia.
            Mahasiswa harus berjuang maka negara akan terus berkembang, para pejuang akan senang serta ibu pertiwi tersenyum riang menyambut mentari bersinar terang. Garuda akan mengepakkan sayapnya dengan lantang dengan membawa merah putih yang cemerlang. Salam mahasiswa!

Selasa, 10 Januari 2012

Mereka Bekerjasama Melawan Warga



             Akhir-akhir ini Ibu Pertiwi diwarnai banyak pertumpahan darah. Berbagai kasus pembunuhan warga kerap mewarnai ranah publik. Seharusnya Reformasi membawa kita ke arah yang lebih baik dengan menciptakan masyarakat madani, terciptanya Good Governance di berbagai elemen pemerintahan guna tercapainya cita-cita bangsa. Namun sayang, reformasi justru semakin jauh dari harapan, berbagai kasus pelanggaran HAM terjadi di berbagai pelosok negeri. Semua itu tidak lain tidak bukan karena belum mampunya pemerintah dalam menjalankan prinsip Good Governance. Pemerintah kerap kali tidak transparansi, tidak bertanggungjawab (aquntable) dan tidak menjunjung tinggi kehidupan demokrasi. Tuntutan rakyat bukan didengarkan tapi malah di lawan. Semua itu juga tidak lepas dari minimnya profesionalitas akibat korporatokrasi. Rakyat dikorbankan demi kepentingan investor, bahkan polisi yang seharusnya berkewajiban menjaga ketertiban umum justru menjadi tameng perusahaan asing.
            Berbagai media saat ini mulai banyak memberitakan berbagai kasus pembunuhan warga masyarakat yang menyuarakan suara mereka ketika melawan pemerintah. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus kehilangan nyawa. Masyarakat yang paling banyak menjadi korban pelanggaran HAM adalah kaum petani seperti yang terjadi saat ini di Kabupaten Bima NTB. Dari proses hasil geologi daerah tersebut memang memiliki sumber daya alam yang potensial seperti emas, perak, tembaga, timah hitam, pasir besi dan masih banyak lainnya. Sehingga hal ini menarik bagi investor-investor asing.
            Sebagian besar masyarakat Bima memang mayoritasnya adalah petani. Tapi disamping itu, Bima juga memiliki rata-rata curah hujan yang relatif pendek sehingga sumber air sangat penting bagi masyarakat. Warga yang mengandalkan hidup mereka dari hasil pertanian tentu sangat resah bila sumber air mereka akan di ambil alih untuk dikelola investor asing sehingga rakyatpun menuntut untuk menolak PT SMN milik Australia itu untuk mengeksploitasi wilayah mereka. Namun apa yang terjadi, ketika masyarakat menuntut pemerintah justru mereka tidak direspon bahkan pemerintah setempat tetap melajnutkan perjanjiannya dengan investor asing tanpa memperdulikan masyarakat sedikitpun. Rakyat terus melawan karena kehidupan mereka semakin terancam. Hal ini membuktikan kalau pemerintah kurang transparansi dan sosialisasi kepada masyarakat.
            Masyarakat yang terus membela hak mereka dan menentang rencana pemerintah. Namun entah kenapa  warga yang melakukan perlawanan harus diserang. Bahkan hingga kini tidak sedikit dari mereka yang terluka dan mati mengenaskan. Aparat kepolisian yang seharusnya melindungi warga justru mengarahkan senjata mereka ke tubuh warga yang membela hidupnya. Sungguh ironis ketika warga yang seharusnya dilindungi justru harus mati karena membela hidup mereka ditangan aparat yang seharusnya mensejahterakan mereka. Selain di Bima polisi juga memiliki catatan hitam lainnya.
Seperti konflik lahan perkebunan kelapa sawit PT Barat Selatan Makmur Investindo pada tanggal 11 November 2011 yang mengakibatkan 1 orang tewas dan 6 orang luka-luka. Pada tanggal 9 November 2011, ratusan petani di desa Hutabalang, Tapanuli Tengah bentrok dengan polisi dan yang paling buruk adalah kasus di Mesuji, Sumatera Selatan dimana banyak nyawa melayang karena pembantaian oleh aparat. Hal ini bisa dikatakan sebagai pelanggaran HAM yang sangat berat dan kejam. Namun pemerintah hanya bisa mengeluarkan janji-janji palsu mereka.(sumber : majalah forum)
Kejadian-kejadian tersebut  memang menunjukkan bahwa polisi jelas-jelas memihak investor daripada warga yang lemah. Mereka mengahabisi nyawa-nyawa yang seharusnya mereka lindungi. Pemerintah yang berada di belakang itu semua hanya bisa menghasilkan retorika belaka. Ini juga membuktikan kepada kita semua bahwa korporatokrasi semakin merajalela, pemerintah lebih mementingkan pemilik modal daripada rakyatnya sendiri (Neoliberalisme). Entah kapan hukum benar-benar ditegakkan atau UUD dan Pancasila benar-benar dijalankan. Semoga ibu pertiwi cepat tersenyum kembali seperti harapan para pejuang terdahulu.

Senin, 09 Januari 2012

Jamur Untuk Indonesia



Saat ini jamur  bukan lagi  menu asing bagi sebagian banyak orang. Hampir setiap rumah makan saat ini menyediakan berbagai menu olahan jamur. Selain karena rasanya yang tak kalah enak, kandungan yang dimiliki jamur juga sangat baik untuk kesehatan. Bahkan saat ini jamur mulai diolah sebagai  sayuran pengganti daging seperti steak, bakso, mie dan sebagainya. Namun disamping itu jamur tidak mendapat perhatian yang cukup dari para petani padahal jamur memiliki prospek yang baik bagi dunia pertanian. Apalagi saat ini jamur semakin digemari seiring maraknya trend vegetarian.
Penduduk Indonesia yang saat ini berjumlah ratusan juta, merupakan pasar yang sangat besar untuk pemasaran jamur konsumsi. Terlebih lagi, jika budaya mengonsumsi jamur bisa dikembangkan seperti di negara-negara maju yang masyarakatnya sudah sangat menggemari masakan dari jamur. Menurut data yang dibuat BPS (Badan Pusat Statistik), konsumsi sayur masyarakat Indonesia pada tahun 2002 tercatat sebesar 30,8 kg/kapita/tahun. Badan kesehatan dunia (FAO) menyatakan bahwa jumlah konsumsi sayuran untuk memenuhi standar kesehatan adalah sebesar 65 kg/kapita/tahun. Dari kedua data tersebut terlihat bahwa konsumsi sayur masyarakat Indonesia belum separuhnya dari rekomendasi FAO.
Kapanlagi.com juga melansir bahwa pasar jamur dunia sangat besar, namun Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi hanya mampu memasok 0,9% saja dari pasar dunia, angka tersebut sangat kecil jika dibanding dengan China yang memasok 33,2% Pasar jamur dunia. Padahal kondisi alam di Indonesia tidak kalah dengan China. Kondisi inilah yang menjadikan peluang usaha jamur konsumsi di dalam negeri masih sangat terbuka lebar. Padahal kondisi alam Indonesia cukup mendukung untuk budidaya jamur.
Lalu bagaimana sebenarnya budidaya jamur itu??
Beberapa jamur yang sering dibudidayakan karena aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, seperti jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris) dan jamur shiitake (Lentinus edulis).
Budidaya jamur memang tidak terlalu sulit. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu pemilihan lokasi yang memiliki unsur nutrisi seperti senyawa karbon, vitamin, nitrogen dan mineral serta tempat yang memiliki kelembaban berkisar antara 60-70%. Tempat-tempat tersebut bisa kita temukan banyak di Indonesia seperti Bandung, Bogor, Malang dan beberapa tempat lainnya. Lahan penanaman di Indonesia memang banyak tersedia dan ini bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Sedangkan bahan-bahan untuk penanaman jamur juga relatif mudah seperti : serbuk kayu, kapur, kayu, bakar, plastik, cincin baglog, dan kapas/kertas koran. Kita bisa lihat seperti dibawah ini budidaya jamur sangat mudah karena tidak membutuhkan pupuk atau pakan obat-obatan bahkan waktu panennya lebih singkat.




Filosofi dari industri makanan dan minuman mengatakan bahwa “Semua makhluk hidup membutuhkan makanan”. Disamping ledakan penduduk yang terjadi manusia tentunya juga akan semakin membutuhkan banyak makanan dan jamur merupakan salah satu sayuran alternatif yang tidak hanya bergizi tapi juga berkhasiat sebagai obat-obatan.

Minggu, 08 Januari 2012

NTB Yes!


Tak terasa kini NTB telah menginjak usia yang ke 53 tahun, dengan usianya yang sekarang semoga tidak membuat NTB untuk berhenti  berkarya.  NTB merupakan salah satu provinsi kepulauan yang cukup besar di Indonesia. Berbagai pulau besar dan kecil  turut menyusun wilayah NTB dengan kokoh hingga saat ini.  Disamping itu NTB juga tidak lepas dari berbagai aneka ragam budaya dan bahasa yang ada di dalamnya. Dibeberapa sudut wilayah NTB terdapat beraneka ragam tempat wisata yang tidak kalah jauh bila dibandingkan dengan tempat-tempat di Nusantara mulai dari air terjun, perkebunan, taman wisata dan yang paling membanggakan adalah wisata lautnya yang luar biasa. Selain itu nerngai tradisi yang masih kental juga bisa dirasakan di tempat ini.
Keanekaragaman budaya yang dimiliki NTB menjadi satu warna menarik yang menjadi identitas yang terus melekat. Berbagai budaya  seperti Bendang Beleq masih sering mewarnai kehidupan masyarakat. Gendang Beleq merupakan pertunjukan musik yang terdiri dari gendang, cemprang, gong dan lain-lain. Musik ini biasanya mengiringi dalam upacara adat yang biasa disebut nyongkolan atau nyondolan. Selain itu berbagai dialek bahasa juga akan kita temui di NTB. Hal ini menunjukkan betapa banyak kekayaan budaya yang dimiliki oleh NTB.
Selain itu yang patut disyukuri juga adalah keindahan alam yang terdapat didalamnya. Di usianya yang sekarang NTB masih memiliki beberapa tempat yang masih sangat alami dan indah. Salah satu tempat yang masih sering dikunjungi adalah Taman Nasional Gunung Rinjani  dimana tempat ini banyak dikunjungi para wisatawan baik local maupun mancanegara. Tidak cukup disitu, NTB juga penuh dengan dengan keindahan pantai dan lautnya. Hampir setiap hari kita bisa melihat banyak wisatawan mancanegara dan lokal memenuhi berbagai tempat wisata di NTB. Semua itu membuktikan bahwa NTB juga sangat berpotensi menjadi pusat pariwisata. Tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti NTB akan menjadi pusat pariwisata dunia.
Berbagai tradisi yang masih dijalankan masyarakat NTB juga bisa menjadi daya tari pariwisata. Seperti saja halnya Desa Sade sebuah desa tradisional yang masih banyak diminati para wisatawan mancanegara. Suasana desa yang sangat natural masih sangat terasa meski dizaman modern seperti sekarang ini. Hal ini patut membuat beberapa masyarakat berdecak kagum dengan suasana yang dirasakan ketika berpetualang didesa ini. Masih banyak lagi tempat yang akan membuat kita tidak henti-hentinya mengagumi NTB.
Sebagai salah seorang putra daerah NTB saya merasa bersyukur ketika NTB menjadi saksi bisu perjalanan hidup saya hingga saat ini. Selain tempatnya, rasa persaudaraan yang masih erat dikalangan masyarakat terus melekat di hati. Karakter masyarakat yang patut dipertahankan dan terus ditingkatkan. Suasana ketika didaerah persawahan yang penuh dengan hamparan padi, udara yang segar di pagi hari serta masih banyak lagi hal lainnya yang tidak ada habisnya jika dipaparkan.
Terimaksih NTB semoga terus Berjaya, semoga di usia yang seperti ini tidak membuat kita untuk berhenti berkarya. NTB harus terus beprestasi dalam berbagai kompetisi. NTB akan tetap di hati sampai mati, sampai akhir dunia nanti kaulah kampung halaman kami. NTB yes!!

Reaksi Masyarakat terhadap Munculnya Berbagai Aliran Sesat

   Indonesia memang unik, negara yang merupakan negara kepulauan terbesar didunia ini kaya akan beraneka ragam suku, adat, bahasa bahkan agama. Namun tak jarang perbedaan-perbedaan ini memicu berbagai konflik di masyarakat Indonesia sendiri. Masyarakat harus benar-benar mampu mengamalkan nilai dari semboyan bangsa 'Bhineka Tunggal Ika'. Namun seiring berjalannya waktu berbagai hal mulai terjadi di ranah ibu pertiwi. Berbagai penyimpangan agama dan aliran sesat bermunculan.Munculnya orang-orang yang mengaku Nabi atau utusan Tuhan serta kelompok-kelompok baru yang banyak ditentang sperti Ahmadiyah dan NII.
   Hal ini sontak mewarnai berbagai media massa harian publik. Seiringan dengan pemberitaan aliran-aliran tersebut masyarakat Indonesia dan pemerintah tentu tidak berdiam diri.Masyarakat khususnya melakukan berbagai tuntutan kepada pemerintah untuk bersikap tegas. Berbagai pencekalan dan cacian juga di dapatkan oleh para penganut aliran sesat. Bagi para mahasiswa juga mendapat perhatian ekstra dari para orangtua mereka karena banyak juga mahasiswa yang diculik untuk dijadikan pengikut aliran sesat. Bahkan konon katanya mereka mendapat pencucian otak untuk dijadikan teroris.
   Beberapa hari terakhir masyarakat mulai tenang karena adanya pengamanan yang dilakukan pemerintah, seperti halnya penangkapan Lia Eden salah seorang pemimpin aliran baru di Pulau Jawa. Berbagai operasi juga mulai dijalankan pemerintah. Disamping itu ada juga kasus anarkis yang terjadi karena masyarakat mulai geram seperti pembakaran dan pengerusakan tempat ibadah bagi golongan Ahmadiyah. Pemerintah memang tidak bisa berbuat banyak karena kita belum mempunyai hukum yang pasti dalam menangani kasus aliran sesat. Selain itu berbagai tentangan dari masyarakat juga terjadi dengan turunnya orang-orang ke jalan menentang berbagai aliran sesat. Bagaimana tidak?, banyak masyarakat geram karena keyakinan mereka merasa dihina oleh aliran sesat yang bermunculan. Selain itu, berbagai isu juga mulai bermunculan seiring aksi teror bom bunuh diri mulai merebak ke publik. Konon para pelaku bom bunuh diri ini direkrut oleh sekelompok orang yang kemudian meberikan doktrin-doktrin tertentu sebagai bentuk pencucian otak agar mereka mau menjadi pelaku bom bunuh diri untuk berperang dijalan Tuhan (jihad).
   Penangkapan para pelaku teror bom yang berhasil dilakukan tim densus 88 yang merupakan tim khusus yang dibentuk pemerintah untuk menghadapi teror bom di tanah air menghasilkan banyak para pelaku mengaku berasal dari kelompok NII yang menginginkan untuk membentuk Negara Islam. kelompok tersebut memperbolehkan pengikut mereka untuk merekap shalat lima waktu. Mereka juga terus gencar melakukan berbagai aksi atas nama jihad. Namun yang paling disesalkan adalah banyak orang tak berdosa yang menjadi korban mereka, serta kerugian yang tidak sedikit.Tidak cukup disitu, mereka juga dianggap sebagai pelaku penculikan terhadap mahasiswa yang dilaporkan hilang oleh beberapa orangtua.

Bahkan muncul isu "pesantren adalah pabrik teroris?". 
    Hal ini dikarenakan banyak para pelaku teroris yang tertangkap merupakan anggota pengajian dari pesantren-pesantren tertentu. Tidak hanya disitu penangkapan salah seorang kiyai baru-baru ini mulai menimbulkan image buruk bagi dunia pesantren. Ia divonis penjara karena terbukti membiayai kegiatan terorisme. 

Lalu bagaimana hubungan semua itu dengan para mahasiswa?
   Berbagai aliran sesat memang banyak terjadi di pulau jawa yang menjadi tujuan para perantau untuk mencari nafkah dan menuntut ilmu. Sehingga para  mahasiswa terus menerus mendapat pesan dari orang tua mereka yang jauh di kampung halaman untuk tetap membawa segala ajaran-ajaran baik yang telah mereka dapatkan dirumah. Mereka harus berhati-hati jika mendapat ajaran-ajaran baru di lingkungan kampus mereka karena  ditakutkan banyak aliran sesat juga masuk ke kampus-kampus.

Sabtu, 07 Januari 2012

Dunia Baruku

Dua tahun lau, tepatnya di awal juli 2010 aku harus melanjutkan hidupku ke daerah yang cukup jauh dari daerah asalku. Demi menuntut ilmu sebagai bekal masa depanku nanti. Yogyakarta adalah daerah yang menjadi awal sorotan hidupku. Berbagai rasa mulai menghampiri perasaan ini.Bagaimana tidak, ini merupakan yang pertama dalam hidupku intuk jauh dari orang-orang yang selalu dekat denganku. Jauh dari keluarga, terutama ibu yang biasa menjadi teman ngobrol dihari-hariku. Kini aku harus belajar memulai hidup sendiri, di lingkungan yang masih banyak menyimpan tanda tanya di benakku.
Namun Tuhan memang adil, di lingkungan baru dimana aku sulit bersosialisasi karena aku yang masih belum mengerti bahasa, budaya serta masyarakat di tempat aku berada sekarang, aku masih bisa menemukan teman-taman yang juga lebih lama merantau dariku. Tapi memang tak banyak yang bisa aku temui apalagi yang satu daerah asal denganku. Orang-orang yang aku temui masih mau berbagi pengalaman denganku. Mulai dari bagaimana mengawali hari-hari mereka dahulu ketika mereka baru tiba di tempat asing.Belajar.
Hari demi hari mulai aku lewati bersama teman-teman baruku yang Alhamdulillah terus bertambah dan aku yang semakin terbiasa. Namun ada masalah yang sangat serius untuk dihadapi yaitu masalah selera atau lidah, dimana aku yang dulu selalu ditemani sambal pedes ketika makan harus berubah menjadi memakan makanan yang manis. mungkin hari-hari pertama harus nelajar memasak sendiri sampai akhir nanti terbiasa dengan masakan setempat.
Itulah sepenggal kisah awalku di dunia baru sebagai anak perantauan....
sampai sekarang aku terus belajar dan terus mengeksplore kebiasaan-kebiasaan setempat agar bisa aku ceritakan untuk anak cucuku nanti ^^